Kamis, 19 Agustus 2010

selamat jalan Emak..

.......
.............
...............................

hari ini agustus tanggal sembilanbelas..
ada sepenggal kisah yang terjadi begitu deras..

aku pernah mempunyai seseorang nenek..
tempatku berkeluh kesah bahkan merengek..

senyumannya bagaikan pelangi sehabis hujan..
biarpun sekilas namun hasilnya melegakan..
laarangannya adalah untk kebaikanku.
ahh,,tak pernah ia letih menasihatiku..

tapi ini kamis tanggal sembilan belas agustus..
hari ini saya menjadi saksi ketika nafasmu terputus..
air mataku tak kunjung keluar..
toh aku berpikir hidupmu masih belum kelar..
tapi aku salah...

itu coba lihat mereka,
anak-anakmu ada disini..cucu-cucumu pun setia menanti..
air matanya tak berhenti mengalir..
mengiringi sampai nafasmu yang terakhir..
bahkan sampai sekarang belum berakhir..
bukti tanda baik budimu semasa hidupmu sejak lahir..

keluhan tak pernah kau ucapkan..
apalagi makian akan kehidupan..
tapi dari kemarin siang kau terus teriak kesakitan..
hancur hati kami semua, berantakan..

Andai saja kau masih dapat membuka mata..
masih banyak hal yang ingin kami perlihatkan di dunia,,
andai saja telingamu masih mendengar,
ada saja kisah yang masih ingin kami bagi bersamamu..

tapi sekali lagi ini sembilan belas agustus duaribu sepuluh.
tepat tujuh belas menit lewat dari pukul sepuluh..
malam-malam, ibunda, nenek dan buyut kami tercinta telah berpulang..
sekali lagi selamat jalan,Mak..
kami semua sayang sama Emak..





with love, ur grandson...

Minggu, 15 Agustus 2010

mereka bilang hidup itu..




ada yang bilang kehidupan ini kita berperan sebagai peselancar..
dimana realitas dunia jadi lautannya..
laut yang terlalu tenang tidak akan menjadi tempat idaman peselancar..
mereka mencari yang banyak ombak dan bergelombang airnya..
semakin besar ombak, semakin semangat si peselancar..
semakin besar ombak yang ditaklukan, semakin puas hasilnya..

begitu juga hidup kita..
rintangan hanyalah batu pijakan..
setelah kita lewati yang menanti adalah kemenangan,kebanggaan.
jangan takut oleh masalahmu,hadapilah..



ada yang bilang hidup kita bagai kupu-kupu..
binatang bersayap yang indah dan banyak diminati..
siapa sangka pada mulanya hanya seekor ulat yang menjijikan?
ulat mengalami metamorfosis (baca: perubahan) untuk menjadi kupu-kupu.
perubahan yang tidak mudah dilalui si ulat..
tapi hasilnya dia dapat mengepakkan sayapnya dengan bangga..

sama saja dengan kita..
terlalu banyak orang yang stagnan dan tidak mau membuka diri..
terbelenggu dunianya yang dirasa sudah cukup mumpuni..
padahal dengan perubahan niscaya hidup akan lebih baik lagi..

tapi siapa juga yang menduga ada proses keras yang kita harus lewati sendiri..

kala itu ada anak kecil yang melihat kepompong yang sudah cukup dewasa.
mulai terlihat mahkluk didalamnnya ingin merangsek keluar dari kediamannya..
karena ibanya, anak kecil itu membantu si mahkluk kecil keluar dari kepompongnya..
seketika kupu-kupu itu keluar dan... terjatuh..
anak itu terheran-heran melihat hal tersebut..
datanglah si ayah yang jauh lebih bijaksana..
si ayah meenepuk anak itu seraya berkata,"Nak,kadang ada sesuatu yang harus kita biarkan terjadi tanpa perlu kita bantu."
si anak tersadar.. niatnya ingin membantu kupu-kupu tersebut malah membuat si kupu-kupu tidak sempurna..
kupu-kupu akan keluar dengan cara memaksakan sayapnya merentang dari kepompongnya..
proses yang sulit itu tidak pernah dilalui kupu-kupu tadi sehingga ia tidak dapat terbang..

lagi-lagi, hidup kita sama seperti itu..
kita kadang merasa tidak adil dan merasa paling tau..
padahal masalah dan tantangan memang harus kita lalui..
baru kita dapat menjadi mahkluk yang lebih sempurna..

(inspired by Andrie Wongso)