Rabu, 05 Mei 2010

pilihan


percakapan itu hanya makan waktu sebentar..
hanya curahan hati dua orang berbeda yang kebetulan satu harapan..
sama-sama ingin yang terbaik untuk masa depan..

Sebelumnya saya merasakan hidup saya ini penuh dengan kesulitan,mumet.
terlalu banyak hal yang harus dikerjakan,bikin empet..
ternyata dia juga sama..

hidup ini penuh dengan bermacam pilihan yang masing-masing menawarkan nikmat dan kiamatnya sendiri.
tapi tetap manusia harus hidup dan memilih berdasarkan skala prioritas diri..
kita yang paling tahu apa yang terpenting untuk dijalani..
apakah itu berguna atau hanya sekedar memuaskan diri..

Kita manusia hidup dengan pilihan..
kadang godaan untuk duniawi semata datang bertubi..
tapi dibalik itu masih banyak kewajiban yang belum digenapi..

thanks to mas .P

0 komentar:

Posting Komentar